Rabu, 05 Juni 2013

Wish You Were Here - Avril Lavigne

I can be tough
I can be strong
But with you, It's not like that at all

There's a girl who gives a shit
Behind this wall
You just walk through it

And I remember all those crazy thing you said
You left them running through my head
You're always there, you're everywhere
But right now I wish you were here

All those crazy things we did
Didn't think about it just went with it
You're always there, you're everywhere
But right now I wish you were here

Damn, Damn, Damn,
What I'd do to have you
Here, Here, Here
I wish you were here


Damn, Damn, Damn,
What I'd do to have you
Near, Near, Near
I wish you were here.

I love the way you are
It's who I am don't have to try hard
We always say, Say like it is
And the truth is that I really miss

All those crazy thing you said
You left them running through my head
You're always there, you're everywhere
But right now I wish you were here

All those crazy things we did
Didn't think about it just went with it
You're always there, you're everywhere
But right now I wish you were here

Damn, Damn, Damn,
What I'd do to have you
Here, Here, Here
I wish you were here

Damn, Damn, Damn,
What I'd do to have you
Near, Near, Near
I wish you were here

No, I don't wanna let go
I just wanna let you know
That I never wanna let go
Let go, Oh, Oh,

No, I don't wanna let go
I just wanna let you know
That I never wanna let go
Let go, Let go, Let go

Damn, Damn, Damn,
What I'd do to have you
Here, Here, Here
I wish you were here

Damn, Damn, Damn,
What I'd do to have you
Near, Near, Near
I wish you were here

Musuhku Sahabatku Sendiri (?)

“Sekarang biarkan aku yang pergi” celetuk Tia yang memang sudah jengkel dengan kelakuan David
“oke, kalau itu maumu” jawab David dengan nada tinggi
Suasana menjadi tegang, pertengkaran keduanya tak bisa terhindarkan, semua yang terjadi saat ini di picu dari kesalahpahaman Tia yang beranggapan bahwa David telah menduakannya.
David gusar karena di tuduh berhianat, sedang Tia begitu saja percaya dengan apa yang dikatakan Chaty.Chaty ini adalah teman baik Tia dan juga David.
Setelah pertengkaran itu kini hubungan david dan tia sangatlah tidak baik, mereka saling serang dan berupaya membenarkan dirinya masing-masing, tak taunya hal ini di manfaatkan betul oleh chaty yang berusaha untuk mendekati David.
Selama ini chaty memendam perasaanya ke david karena david adalah temannya dan juga kekasih tia.
Tanpa diketahui Tia, chaty terus berupaya mendekati david, tia tak pernah sekalipun menduganya karena memang tak tampak ada yang berubah, chaty tetap menjaga persahabatannya dan selalu bersikap manis pada tia.
Sampai suatu masa chaty menghasut david agar supaya memutuskan tia, david yang sudah merasa bosan dengan ulah tia yang kerap memojokkanya pun dengan mudah terhasut oleh bujukan chaty.
Namun david masih menunggu waktu yang tepat untuk memutuskan tia, sementara chaty yang merasa sudah mendapat perhatian lebih dari david semakin tak ingat siapa itu dirinya, siapa itu david, siapa itu tia. Ia selalu mencari perhatian dari david, ia selalu menebar pesonanya di hadapan david. Seolah tak pernah sia-sia apa yang diperbuat chaty mendapat respon bagus dari david, david sangat bersimpati padanya, dan begitu mudah david tertarik oleh pesona chaty hingga david terlupa pada tia yang merupakan kekasih hatinya.
“kamu sungguh cantik chaty” ungkap david memuji
“ah biasa aja vid, aku masih kalah cantik jika dibanding tia” balas niken malu-malu
“per*etan dengan tia” ujar david lantang
Chaty terdiam, ia merasa telah berhasil dalam upayanya.” Sebentar lagi vid kamu pasti bisa kutaklukkan” gumam chaty dalam hati
“tapi bagaimanapun aku gak akan bisa seperti tia” balas chaty berkelekar
“kamu akan lebih baik dari tia chat” jawab david menyanjung
Saat ini david memang sedang di mabuk asmara, ia tak lagi pedulikan keberadaan tia, ia hanya berfikir bagaimana bisa mendapatkan chaty.
Tia sadar bahwa selama ini hubunganya dengan david sengaja di buat berantakan oleh sahabatnya yaitu chaty.
Namun yang tak habis dipikir oleh tia kenapa chaty melakukan ini padanya.
tia belum juga menyadari bahwa tujuan chaty yang utama adalah mau merebut david darinya.
Suatu ketika tia memergoki david yang saat itu sedang bercaanda mesra dengan chaty, sungguh tak dapat di percaya oleh tia bahwa kekasihnya sedang ada main dengan sahabatnya. tia berupaya untuk tak mempermasalahkan hal ini, dengan ia berpura-pura tak mengerti hubungan david dengan chaty.
Namun jauh dari apa yang diharapkan tia,david semakin gila dan menjadi-jadi tentu saja ini membuat tia berang atas david.
“tega kamu vid!! ” bentak tia kasar
“tega apa yang? ” sahut david berlagak bodoh
“aku coba untuk terus bertahan, tapi kenapa kamu tak juga berubah. kamu ada main dengan chaty kan, iya kan, jawab! Ujar tia dengan terisak
Fikri mencoba membela diri ia berusaha menjelaskan semuanya, namun tia terlanjur terbakar emosinya.
Lagi–lagi pertengkaran besar antara sepasang kekasih ini tak bisa terhindarkan lagi, bahkan lebih heboh dari yang lalu.
“sekarang kamu pilih mana, antara aku atau chaty” Tanya tia dengan cucuran air matanya
david bingung tak menjawab, ia hanya terdiam
“kalau kamu laki-laki kamu harus bisa memilih” desak tia dengan wajah yang sangat kecewa
david memilih berlalu meninggalkan tia tanpa ada sepatah kata yang terucap.
david datang kepada chaty untuk menjelaskan permasalahannya dengan tia, namun chaty pun memojokkkan posisi david saat itu, chaty juga mau ditegaskan posisinya terhadap david, chaty hanya mau jika david ingin tetap menjalin hubungan dengannya maka david harus memutuskan tia.
Serba salah david sebuah keputusan yang sungguh menyulitkan tia.
“oke ty, aku akan putusin tia” ungkap david bingung
“bener vid” jawab chaty girang karena telah berhasil menaklukan david.
chaty pun memeluk david karena bahagia mendengar keputusan david, begitu juga david memeluk chaty seolah tak ingin kehilangan chaty.
Mengetahi keputusan ini pun tia tak bisa berbuat apa-apa ia hanya berpasrah kepada sang maha kuasa, namun di dalam hatinya masih merasa pedih karena harus kehilangan david yang sangat dicintainya harus berpaling kepada chaty sahabat yang sangat dipercayainya.
Tia memilih pergi jauh meninggalkan kehidupan david dan chaty yang sudah sama-sama menghianatinya.
Tia pergi membawa lukanya sendiri. sebuah pelajaran berharga yang didapati Tia.
Kini Tia menutup hati untuk setiap laki-laki yang hendak mendekatinya,
Adapun nanti ia membuka hati untuk kaum adam mungkin saja ia akan semakin selektif dalam memilih dan menentukan pasangannya, ia tak mau ada david david lagi yang mungkin kelak menghancurkan hatinya.

Selasa, 04 Juni 2013

Dwitasari :): Bisakah Kaubayangkan Rasanya jadi Aku?

Dwitasari :): Bisakah Kaubayangkan Rasanya jadi Aku?: Kamu pernah menjadi bagian hari-hariku. Setiap malam, sebelum tidur, kuhabiskan beberapa menit untuk membaca pesan singkatmu. Tawa kecilm...

Dwitasari :): Apakah Ketakutanku juga bagian dari Ketakutanmu?

Dwitasari :): Apakah Ketakutanku juga bagian dari Ketakutanmu?: Aku menunggu di bawah pohon rindang, sambil menjaga alas kaki yang kautitipkan padaku. Masih banyak pria-pria tampan berlalu-lalang di depa...

Cinta Segitiga


Malam ini aku sebenarnya masih ingin bersama Kak Renosa terus. Tapi, ternyata mama menjemputku. Padahal tadinya Kak Renosa berniat mengajak aku pegi nonton konser setelah pulang dari pentas Pramuka. Terpaksa gagal acara nonton konser bersama Kak Renosa.
Tapi kenapa aku jadi kesal ya gara-gara acaraku dan Kak Renosa gagal? Nggak mungkin kan aku ada rasa sama Pembina Pramukaku itu. Apa mungkin karena tadi siang aku habis putus sama Putra, jadi aku ngrasa kesepian. Sehingga acara pergi bersama Kak Renosa aku anggap sebagai obat sakit hati. Ah biarlah. Besok perasaan ini pasti juga sudah hilang.
Oh Tuhan! Pagi ini Kak Renosa mengirimi aku sms untuk membangunkanku dari mimpi. Kenapa aku merasa keGRan begini? Apa mungkin gara-gara kejadian semalam, telah menumbuhkan benih-benih cinta? Jangan sampai terjadi deh! Gak umum banget kalau sampai terjadi.
Sejak sore, Kak Renosa sudah ngajak aku smsan. Biasa, isinya cuma sekedar basa-basi. Aku pun juga tidak terlalu peduli. Karena aku masih sedikit memikirkan Putra. Hingga akhirnya aku benar-benar terkejut dan peduli dengan sms Kak Renosa yang satu ini.
From:
K.Re : Y km gmn, mau ga. Eh seandai y km jd pacar q gt gmn y. Menurut km bs pa ga. Eh ni seandaine lo. Km mau pa ga ?
Satu sms ini sudah bikin aku langsung mau pingsan. Belum lagi sms yang selanjutnya. Lalu di akhir sms, Kak Renosa benar-benar nembak aku. OMG !!! Aku langsung cerita aja ke Laurent, sahabatku. Dan Laurent pun sama gak percayanya kayak aku. Dia bahkan berkata,”Rhasya, Kak Re itu masih termasuk guru kita!!! Umurnya pun pasti di atas 25 tahun. Sedangkan kamu sendiri masih kelas 3 SMP. Emangnya kamu mau? Dan ingat, Kak Re masih punya pacar.”
Aku pun memutuskan untuk menjawab perasaan Kak Re besok. Tidurku nggak bisa nyenyak, bahkan Kak Re sampai kebawa di mimpi. Aku terbayang-bayang wajah Kak Re terus.
Hari ini aku ada pembinaan Pramuka tambahan selama 2jam. Otomatis aku bakal ketemu Kak Re. Aku benar-benar belum siap untuk ketemu Kak Re. Karena aku juga belum nyiapin jawaban perasaanku. Pada waktu ketemu di depan R. Kepala Sekolah, Kak Re bertanya dengan keras,”Gimana jadinya?”. Aku cuma bisa tersenyum. Di akhir pembinaan pun Kak Re juga menanyakan hal itu lagi sambil menarik-narik tasku. Aku jadi semakin bingung. Aku belum siap jawabannya. Tapi di sisi lain, sepertinya Kak Re serius nembak aku. Cuma status kita itu Pembina dan murid. Jadi aku mesti mikir dua kali untuk menjawab pertanyaan itu. Belum lagi Kak Re yang masih punya pacar. Aku benar-benar nggak konsen seharian ini.
Pulang sekolah, Kak Re melanjutkan sms yang kemarin. Aduh, mau aku balas tapi ragu-ragu, nggak dibalas malah kasihan Kak Re. Akhirnya aku balas tapi dengan jawaban yang sama. Yaitu “Bingung”. Mau nggak mau aku harus jawab besok pagi. Aku sudah janji sama Kak Re. Dan janji harus ditepati. Dan malam ini aku kembali nggak bisa tidur lagi.
Esok ini, aku sudah menunggu Kak Re di depan ruangannya. Tapi tiap aku mau ngomong, aku selalu bimbang. Akhirnya kutunda hingga pulang sekolah. Padahal, selama pulang sekolah aku sama Kak Re terus di sanggar Pramuka. Entah kenapa aku masih bimbang juga. Aku pun pulang dengan perasaan yang masih terbebani.
Akhirnya kuputuskan buat jawab lewat sms. Aku tunggu beberapa jam, smsku belum dibalas-balas juga. Akupun berpikir, mungkin Kak Re sudah lelah menanti jawaban dariku. Tapi sore harinya, smsku dibalas juga. Lalu dengan segera, aku langsung jawab pertanyaan Kak Re.
To:
K.Re : Qw jwb “IYA”…
Cuma 3 kata itu yang aku kirimkan. Dan kita pun jadian juga. Awalnya, aku ngrasa nggak yakin dengan kisah cinta ini. Baru 2hari jadian, aku sempat berpikir buat mutusin dia karena faktor status. Tapi Laurent melarangku. Dia bilang itu sama saja aku mempermainkan Kak Re. Akhirnya aku coba jalani semua ini. Dan ternyata berhasil. Perlahan-lahan aku mulai terbiasa dengan cara pacaran kita yang “Backstreet”. Walaupun begitu, ada satu yang masih tertinggal di hatiku. Pacar Kak Re. Aku nggak mau dituduh yang enggak-enggak. Aku sudah berusaha bilang pada Kak Re kalau aku nggak mau diduakan. Tetapi Kak Re hanya bisa berkata,”Sabar.”
Tak terasa hubungan kita sudah 2 minggu. Dan di minggu kedua inilah mulai timbul masalah. Sewaktu aku telepon Kak Re, dia cerita kalau pacarnya tahu hubunganku dengan Kak Re. Aku pun takut setengah mati. Apalagi pacarnya lebih tua daripada aku. Bisa-bisa aku dilabrak. Sebenarnya ini juga salahku sendiri kenapa mau menerima Kak Re. Di telepon itulah aku langsung mutusin Kak Re. Paginya, Kak Re bersikap seolah tidak pernah putus. Aku sempat menghindar. Karena aku sendiri nggak rela mutusin Kak Re. Pulang sekolah, Kak Re ngajak aku ngobrol. Terus aku coba tegasin hubungan kita sekarang. Tapi Kak Re meminta untuk tetap lanjut. Jujur, aku juga masih ingin bersama Kak Re. Aku pun menerima Kak Re kembali.
Setelah kejadian itu, kupikir sudah tidak ada lagi kejadian lain yang terjadi di antara kita. Tapi ternyata dugaanku meleset. Seminggu kemudian saat aku baru saja bangun dari tidur siang, tiba-tiba aku mendapat sms dari nomer tak dikenal. Setelah kubaca isinya, aku langsung sadar kalau itu adalah sms dari pacar asli Kak Re. Aku benar-benar takut kali ini. Tanpa pikir panjang, aku segera mutusin Kak Re lagi lewat sms.
Ini benar-benar keputusan terakhirku. Sejak saat ini dan selamanya, aku nggak mau dekat lagi sama Kak Re. Walaupun sebagai muridnya. Aku sudah terlanjur sayang dan cinta banget sama Kak Re, tapi sekarang aku juga sudah terlanjur sakit hati. Aku benar-benar nggak mau lihat muka Kak Re lagi di sekolah.
Hari ini, aku sengaja menghindar dari Kak Re. Tiap aku tahu Kak Re mau lewat jalan yang sama kayak aku, aku selalu sembunyi di kelas terdekat. Sampai istirahat pertama, aku berhasil menghindar dari Kak Re. Aku cuma ngelihat mukanya dari jauh. Aku nggak pingin Kak Re tahu kalau aku masih merhatiin dia.
Ketika aku duduk rame-rame dengan teman-teman se-genk di kantin, Bu Yuni menyuruhku untuk fotocopy daftar nilai di kantor. Ugh, sia-sia usahaku menghindar dari Kak Re hari ini. Karena di sekolah, Kak Re lah yang biasa melayani untuk fotocopy. Berarti aku mau nggak mau harus ketemu Kak Re juga. Pas sudah sampai di kantor, aku Cuma bilang fotocopy, sedetikpun tidak memandang wajahnya. Lalu katanya, “Tinggal aja dulu. Masih antri soalnya.”. Tanpa basa-basi aku langsung meninggalkan kantor. Benarnya nggak sopan juga. Tapi kali ini aku nggak peduli sama etika kesopanan kalau berhadapan sama Kak Re. Soalnya aku benar-benar sakit hati. Setengah jam kemudian, aku mengambil fotocopyan itu. Aku juga nggak bilang makasih sedikitpun. Dan saat aku membaca mading, Kak Re kebetulan lewat dan memegang pundakku seraya bertanya,”Nggak pulang tah?”. Tapi aku sama sekali menggubrisnya. Benar-benar bukan sikap murid pada umumnya. Yah…Cinta ini juga tidak semestinya. Hari pertama setelah aku putus dengan Kak Re begitu berat bagiku. Malamnya aku langsung sms supaya besok bisa ngomong sebentar cuma buat ngejelasin masalah ini.
Berhari-hari aku sudah berusaha nyempetin waktuku buat ngomong sama Kak Re. Karena ku ngrasa ada yang masih tertinggal di hatiku kalau aku nggak ngomong langsung sama Kak Re. Tetapi berhari-hari juga Kak Re sibuk. Jadi gak ada waktu buat ngomong sama aku.
Ya beginilah akhir kisahku dengan Kak Re. Yang hanya menyisakan puing-puing hati yang sudah hancur. Tak terasa seminggu lebih kulalui tanpa Kak Re. Entah kenapa bayangan Kak Re masih menghantui hari-hariku. Mimpiku selalu dipenuhi kehadiran Kak Re. Semuanya tentang Kak Re belum bisa hilang dari hatiku. Aku sudah berusaha mencobanya. Rupanya sia-sia. Aku benar-benar masih sayang Kak Re.
Suatu malam, Kak Re meneleponku. Dia berkata kalau dia juga masih sayang aku. Tetapi dia bingung harus gimana. Dia bilang biar waktu saja yang menjawab. Katanya, walaupun aku dulu cuma kekasih gelapnya, tapi cinta dia sempat dalem ke aku. Kata-kata Kak Re malam itu semakin membuat aku nggak bisa lupain dia.
Untuk waktu ke depan, aku nggak mau pacaran dulu. Aku ingin menyimpan rasa sayangku ke Kak Re untuk sementara waktu sampai aku benar-benar melupakannya. Biarlah semua yang indah menjadi kenangan yang terus tersimpan dalam lubuk hatiku. Biarlah yang pahit kubuang bersama rasa sakit hatiku ini. Cukup satu kali aku merasakan pacaran dengan guru. Akan aku jadikan pengalaman yang tak akan pernah terulang.
Buat semua yang baca kisah ini, jangan pernah ditiru. Karena di akhirnya kalian bakal ngrasain susah sendiri. Mencintai seseorang yang tidak selayaknya dicintai. Memendam cinta yang tak semestinya. Berat sekali untuk diri kita.

Senin, 03 Juni 2013

Wisuda Purna Siswa 2013 @SMP PL ST.Vincentius Sedayu






sempat memiliki


Kadang hal yang diharapkan berbenturan dengan kenyataan. Orang menganggapnya sebagai takdir. Disituah perasaan bermakna, salah satunya adalah cinta. 
Apa yang di alami Sasa memang biasa, terjadi pada manusia pada umumnya. Tetapi ini yang menjadikan luar biasa ketika dia merasakan gejolak luar biasa dari hatinya. 
Sudah dari kelas 8 Sasa menaruh hati pada seorang laki laki yang berkulit sawo matang dan berparas manis, yang setiap kali membuat hati Sasa berdegup kencang ketika berpapasan dengan laki laki itu. Laki laki itu bernama Vidno, kapten team basket disekolahnya.

hai, nama aku skolastika sasa vemala. Sudah lama aku memendam perasaanku ini, aku takut mengungkapkannya. Sebenarnya aku ingin mengatakannya, tapi.... aku perempuan mana mungkin aku ngungkapin rasa cinta aku pada laki laki itu. Dan akhirnya aku terus memendam semuanya, sampai akhirnya aku merasakan sakit yang amat hebat. Aku merasa diabaikan, aku merasa cemburu, disetiap hari hari ku aku hiasi dengan air mata bukan dengan seribu kebahagiaan. 
Mulai saat itu aku mencoba melupakan Vidno, dan mencoba membuka kembali hati ku untuk orang lain. 

*skippp 

hari ini ujian kenaikan kelas, aku harus lebih fokus pada ujian ku kali ini. aku mulai gelisah lagi karena    teringat tentang masalalu ku dengan Vidno. 
Hari ini Ujian terakhir pun selesai, tiba tiba Vidno menhampiri ku. ketika Vidno menatap mata ku, seperti akan ada bom yang siap meledak didepan ku. aku tidak berani menatap matanya, dan dia berbicara padaku. "Hai Sa, gimana ujian mu? sukses bukan?", tanyanya. "emmmm yeah, sukses kok" jawab ku dengan gugup. 

*skipp

Pembagian raport, dan aku naik kelas 9 SMP. Mulai itu aku siap memulai dari nol, dan ingin membuat tekad untuk melupakan vidno. 
Hari demi hari ku lewati sampai pada akhirnya Vidno mengetahui bahwa aku mempunyai rasa yang lebih untuknya. dia tau dari teman teman nya, teman teman nya selalu mengejek ku, menjodoh jodohkan aku dengan Vidno. 

malam itu hape ku bergetar. nomor baru siapa ini? kata ku dalam hati. aku mencoba membalasnya, dan ternyata itu vidno cowok yang aku kagumi dari kelas 8 .... demi apaaa aku masih tidak percaya vidno menyapa ku lewat pesan teks. Mulai dari itu kami berdua sering smsan, bahkan aku sampai tidak percaya Vidno mengungkapkan perasaan nya ke aku .

"Sa, aku sayang kamu. kamu mau enggak jd cewek aku? kita pacaran." bunyi pesan singkatnya. degggggggg jantung ku serasa berhenti. sontak aku triak dan senyum bahagia.
aku membalas pesannya "km serius? km gk bakal buat aku kecewa?" jawab ku. balasnya "aku janji, aku gk bkl buat km kecewa :*". 

Dan kami berdua pacaran, hari demi hari kami lewati dengan candaan sampai akhirnya kami "lostcontact" aku juga gak tau kenapa kita berdua bisa begitu.
sudah satu minggu Vidno juga belum menghubungi ku, disekolah pun kami berdua cuek cuekan seperti bukan orang pacaran. aku bingung, apa yang membuat Vidno berubah.
Malamnya aku coba hubungi Vidno, dia marah marah dan akhirnya kami berdua memutuskan untuk berteman saja. Perasaan ku hancur, aku kecewa. mana janjinya dia gak akan buat aku kecewa tapi nyatanya. Yaahh aku harus menerima takdir.

*skipp setelah Ujian Nasional

Vidno kembali lagi, dia hadir dalam hidup ku lagi. Kali ini dia mengajak ku balikan, tapi aku masih bimbang. ajakan ajakan nya mulai meyakinkan ku, mulai dia mengajak ku nonton, keluar malam, bahkan sampai dikenalkan dengan orang tuanya. Aku masih diam, aku belum ambil tindakan. Aku takut kalau ini hanya main main.

Dan sampai saat ini, aku lulus dari SMP aku masih menyimpan rasa sayang untuk Vidno. 
aku gak bisa benci sama Vidno. Aku bersyukur masih diberi kesempatan untuk bersamanya.
menjadikan aku lebih dewasa. Aku sayang kamu Vidno.